Jumat, 18 September 2015

Anak Kucing yang Terlantar

Kali ini tentang seekor anak kucing. Entah mengapa di bulan ini, aku selalu saja bertemu kucing yang membawa sebuah kisah. Ini memang pembukaan atau awal paragraf, namun akan langsung kubeberkan hal yang paling anehnya sekaligus menyentuh. Ya, hal yang paling aneh dari cerita ini (salah satunya) aku sekarang tahu jika ada induk kucing yang berwajah sedih. Benar, raut muka atau air muka atau ekspresi mukanya kala itu seperti mau menangis di hadapan anaknya yang baru lahir beberapa hari. Dia mungkin begitu karena tidak bisa menyusui atau merawat anaknya. Padahal anaknya tersebut ada di depan matanya. Ekspresinya kala itu bikin #speechless.

Baiklah, semua ini berawal dari induk kucing tersebut yang meninggalkan anaknya diatas atap kamar mandi rumahku. Mengapa di atap rumahku? Itu karena memang induk kucing itu sering minta makan kemari. Jadi mungkin dia sudah menganggap rumah ini sebagai tempat yang aman untuk menyimpan anak-anaknya. Induk kucing tersebut merupakan salah satu kucing tercantik yang pernah kulihat. Tubuhnya kecil dan mungil. bulunya putih bersih dan terawat. Ditambah (walaupun dia seekor kucing) dia memiliki paras wajah yang menarik dan cantik. Pastilah kala itu banyak kucing jantan yang terpesona. Ahayyy... :D

Oke, lanjut cerita anak kucing tersebut yang di atas atap rumah, masih terlihat lemah, (mungkin) buta dan hanya bisa merangkak karena memang dia baru lahir, masih bayi. Awalnya, aku sekeluarga mengira jika dia bakal baik-baik saja di atas sana dan kami tidak ambil peduli hingga sampai suatu kali... ohh... anak kucing itu terjatuh ke lantai kamar mandi. Hmm... itu pasti pengalaman jatuhnya yang pertama. Aku merasa begitu kasihan melihatnya, lebih-lebih si Bapak. Bayangkan saja anak kecil yang bisa dibilang bayi itu jatuh dari suatu tempat dengan ketinggian lebih kurang 2,5 meter. It must be really hurt. Akan tetapi, umur anak kucing itu masih panjang dan dia masih dapat bertahan hidup. Paling tidak sampai…

Sumber
Akhirnya, Bapak berinisiatif untuk mencari kardus dan memindahkan anak kucing itu ke dalamnya. Bapak juga bilang, kalau induknya datang ke rumah untuk minta makan, Bapak akan mengurung mereka berdua di dalam kandang ayam kami kala itu. Intinya, Bapak akan memaksa induknya itu untuk menyusui anaknya yang malang tersebut.

Dan benar, suatu kali niat Bapak terwujud. Namun entah mengapa dan bagaimana si Induk kucing itu tetap saja tidak mau menyusui anaknya. Nah, baru pertama kali itu pula lah, aku melihat dan tahu jika seekor kucing juga bisa mengeluarkan ekspresi wajah yang sedih. Sumpah, wajah induk kucing itu terlihat menyedihkan sekali. Kalau diibaratkan, wajahnya terlihat seperti wajah seseorang yang mau menangis dan putus asa. Matanya terlihat berkaca-kaca. Seolah-olah ada suatu alasan yang kuat sekali yang membuatnya sama sekali tidak mungkin untuk menyusui anaknya tersebut. Namun di sisi lain, naluri keibuannya membuatnya merasa tidak tega melihat anaknya yang kehausan seperti itu.

Aku yakin sekali jika si Induk itu tahu kalau anaknya sedang sekarat. Dia menjadi begitu sedih karena tidak ada yang bisa dia lakukan, walaupun saat itu dia berada di dekat anaknya dan bisa menyentuhnya. Iya, seolah induk kucing tersebut terikat dengan suatu hukum tertentu dan hukum tersebut menghalanginya untuk merawat, menyentuh, dan menyusui anaknya tersebut. Ya, itu hanya dugaanku saja. Aku masih belum mengerti apa yang sebenarnya terjadi.

Oleh karena, seperti tidak ada perubahan yang signifikan dari perlakuan si Induk ke anaknya, akhirnya Bapak mengembalikan anak kucing tersebut ke kardus. Dia terlihat tidak punya harapan untuk sehat. Dan benar, anak kucing tersebut mati di malam harinya. Jika mau dibuat dramatis, seolah anak kucing tersebut bertahan hidup hanya untuk bertemu dan berada di dekat induknya. Anak kucing tersebut berhasil hidup selama 7 hari. Malang sekali nasibnya. Mayatnya terlihat kaku sewaktu kulihat di pagi harinya. Saat itu belum ada lalat disekitarnya dan kakinya terlihat lurus ke arah depan (tidak bengkok). Hmm... :'(

*PS: Ini adalah editan dari kisah lama yang kutulis di tahun 2007, tepatnya pada tanggal 7 Januari.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Haii..terimakasih telah mampir dan menuliskan komentar. Have a good time! :D