Selasa, 22 September 2015

Kucing Ingusan

Pernah lihat kucing ingusan?
Iya, benar ingusan. Ada mucus di hidungnya yang kecil itu. Kucing yang rada berisik karena berkali-kali menarik ingus di hidungnya sembari bernapas.

Ini kejadian di kucing belang tiga yang sering main ke rumah. Ini kucing tidak punya nama dan memang tidak kunamai. Aku tidak merasa sebagai pemiliknya walaupun dia lahir di rumah ini yang lalu sering singgah ke rumah dan singgahnya lama. Bahkan dia harus kuusir keluar dulu setiap malam saat aku mengunci pintu.

Semua berawal dari hmm dua atau tiga bulan yang lalau. Si Kucing belang tiga itu absen selama seminggu lebih. Absen datang dan meminta makan di rumahku. Namun ketika datang, kondisinya, amboi, memperihatinkan. Badannya kurus kering, bulunya kusam dan berantakan, matanya sayu dan lemah, plus beberapa lingkar hitam di sekitar mata dan hidung. Mirip kucing mabuk.

Kucing ini datang dengan langkah gontai. Bahkan beberapa kali berhenti lalu menarik napas.  Padahal sebelumnya kucing betina yang satu ini pesolek banget. Iya, dia suka malas-malasan di lantai rumah sambil menjilati badannya. Eits, dia bukan tipe sembarang, kalau rebahan di lantai, sebisa mungkin mencari alas. Antara ikan dengan ayam, jelas memiliki rasa yang berbeda. Baginya (selagi bisa memilih) ikan adalah utama. Intinya, itu kucing lumayan pemilih.

Penampakan kucing betina belang tiga yang pesolek sedang bobo cantik beralaskan sapu.

Ya, si Kucing itu memang cantik, sih. CaMiLi (Cantik-cantik Semi Liar), haha, itu kalau kalian mau iseng memperhatikan dan membandingkannya dengan kucing lainnya. Tubuhnya mungil namun berisi. Mukanya manis dan tidak menyeramkan. Bulunya tiga warna (putih, hitam, dan kuning) yang selalu rapi serta mengkilat. Kuku dan kakinya bersih karena sering dia jilat. Ringkasnya ini kucing bisa masuk dalam kategori, "imut".

Tidak mengherankan, sih. Aku tahu induknya yang mana. Induknya tidak kalah cantik sama dia. Lebih cantik malah. Porsi badan dan bentuk rahang alias muka hampir mirip seperti induknya. Hanya saja bulu si induk putih bersih. Benar-benar putih. Nah, si Induk pun tipe yang rajin merawat tubuhnya. Kalau kucing bisa pakai baju, aish, induk kucing ini dan keturunannya bakal juara, deh. Modis pasti mereka. Hmm, sekarang, entah dimana si Induk. Aku rasa sudah berpulang. Setahuku usia maksimum kucing adalah 15 tahun. Nah, si Kucing belang tiga, anakan si Induk ini saja, sudah hampir 4-5 tahun (kurasa).

Nah, mungkin karena faktor U alias Usia itulah pilek si Kucing tidak juga sembuh-sembuh. Oke, kita balik ke kisah awal si Kucing ini sakit.

Seperti yang kubilang tadi, si Kucing tiba-tiba datang dengan kondisi yang mengenaskan. Lemah dan ketahuan sekali kalau dia lagi sakit. Setelah berhasil masuk ke dapur rumah, dia langsung berjalan ke arah tempat cuci piring. Berusaha mencari air buat diminum. Aku ikuti kucing itu, namun dia cuma terkulai lemah di situ (terlalu lemah untuk minum). Sesekali matanya memandang ke arahku. Aku pun berinisiatif mengambil wadah pelastik bekas yang tak lagi terpakai dan cukup landai lalu kuisi air. Kucoba mendekatkan wadah itu di depan si Kucing. Dia cuma terdiam dengan pandangan sendu. Sesekali dia terbatuk hingga tercetak dan terlihat barisan rusuknya. Ah, ya, satu yang juga hilang dari kucing ini, suaranya. Padahal ini kucing cerewet tak karuan, terlebih saat lapar.

Saat itu aku bertanya ada apa gerangan si Kucing ini? Sakit apa ya? Mau dibawa ke Dokter hewan, namun aku jujur tidak suka menggendong kucing. Mengelus saja jarang. Paling si Kucing (dan kucing lainnya) yang SKSD ngelus kaki aku, *eh. So, I just watched and prayed for her.

Kira-kira hampir dua minggu, kucing ini berada dalam kondisi seperti ini. Dan selama itu pula seisi rumah jadi bingung dan prihatin total. Biasanya si Kucing suka dimarahi, diusir-usir karena sering bikin kesal orang-orang dengan tingkahnya, kini lebih diperhatiin. Dikasih lauk ikan yang masih banyak dagingnya, dikasih minum air yang telah dimasak, dibiarkan menginap alias tidak diusir saat malam, dan pastinya tidak pernah diocehin lagi. Benar-benar kasihan sekali melihat ini kucing kala itu. Dan selama itu juga si Kucing yang gantian cuek, diam membisu (tidak mengeong sama sekali), dan mengacuhkan semua makanan yang kami kasih.

Kami juga sempat berpikir jika memang tidak akan lama lagi umur si Kucing. Tadaa…haha, ini kucing berhasil sembuh. Yee, Alhamdulillah. Perlahan, dia mau makan dan mengeong lagi. Langkahnya mantap, tidak lagi gontai. Ahh, kondisinya membaik, deh. Yang tersisa cuma tiga hal: batuk, bersin, dan ingusannya. Jadi, untuk penyakitnya yang kemarin itu, kami berkesimpulan kalau ini Kucing terkena flu. Gejalanya sama banget kalau kayak kita lagi kena flu gitu. Lalu dia recovery dengan sendirinya. Entah benar atau tidak but, well done!

Hingga saat ini, batuk dan bersinnya sudah agak jarang. Namun, hingga tulisan ini di-publish (Oktober, 2014) ingusannya belum juga berhenti. Haha, aku bukannya kejam, tapi lucu kalau melihat dia menarik ingus itu. Bayangin, deh, kucing bertubuh mungil dengan hidung kecil, tapi ingusan. Haha, malah kadang sempat berubah galak dan menyerang kucing kuning (Jupiter) yang juga akhir-akhir ini ikutan main ke rumah. Ini kucing menyerang sambil menarik ingus. Haha, mudah-mudahan kebayang, deh, sama kalian. Mana keras suaranya kalau dia lagi narik ingus itu. Rada kasihan, tapi, she’s also cute at the same time. It’s kinda unique in my eyes, really. Mungkin kalau si Kucing tidak cantik, tidak molek, rada jijik juga jadinya. Tapi, ahh, trust me, she’s cute!

Oke, jadi, pernah lihat kucing ingusan? :D

*PS: Ini kisah lama yang kuedit kembali dan pernah ku post sebelumnya di Pandoraque.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Haii..terimakasih telah mampir dan menuliskan komentar. Have a good time! :D